Sastra


        JENIUS

Otak terkulas
Mengelupas
Keringat mancur
Mencucur
Mata terkatuk
Mengantuk
Kaki berlari
Tangan menari
Mencari makna
Hidup sejati



Buka Matamu

Ketika pertama kali kumasuki dunia kampus

Sungguh jauh berbeda dari dunia yang selama ini kujalani

Satu kata,  mandiri!

Aku buta meski bisa melihat dengan jelas

Aku bodoh meski memiliki kecerdasan yang lebih dari orang lain

Mengapa?

Oh, kawan!

Dunia ini luas

Tak  sebatas rumah dan kampus

Kawan!

Lihatlah dunia!

Kini telah mencapai belahan bumi yang lain

Dan kita masih di sini

Di pojok kampus

Tak berdaya guna

Kawan buka matamu!

Lihatlah dunia!

Teknologi telah sampai ke penjuru langit dan bumi

Mengapa kita masih di sini?

Di pojok kampus.



               ?

Hari ini  janji  terucap

Kata-kata mengalir begitu saja

Tak terkontrol



Meski niat hati ingin merdeka

Dari noda dan dosa

Tapi… apa daya!

Hati tak seputih awan

Tak secerah mentari

Tak sebening air… mengalir



Meski telah berperang melawan ego

Yang menyentil di lembayung hati

Debu-debu itu terlalu kecil untuk dihindari

Lalu, bisakah kita benar-benar tulus?!

Jawabnya  hanya Allah yang Mahatahu

Bahkan! 

Hati ini pun ragu .





                                                                   By Ami Mulamps

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak dan tidak melanggar SARA!

Struktur Teks prosedur

  Pertemuan 6 Rabu, 16 Februari 2022 Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat pagi anak-anak hebat. Apa kabar kalian hari ini? Semoga selalu sehat da...